Rabu, 02 April 2014

INVESTASI DAN SUKU BUNGA



 


INVESTASI

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
Produk
Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (Reksa dana), Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.
Bentuk

Risiko
Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.
Macam-Macam Jenis Investasi Beserta Kelebihan Dan Kelemahannya

1. Tabungan di bank
a.Kelebihan
-Nilai nominal yang ditabungkan tidak akan berkurang nilainya
-Mudah diambil setiap saat
-Pemerintah menjamin tabungan hingga 2 milyar
b.Kelemahan
-Walaupun aman,produk tabungan hanya memberikan bunga yang rendah
-Biasanya bunga yang diperoleh dari menabung tergerus biaya administrasi perbankan

2.Deposito
a.Kelebihan
-Jumlah nominal yang didepositokan dijamin tidak akan berkurang
-Mendapatkan keuntungan berupa bunga dengan tingkat yang lebih baik dari tabungan di bank
b.Kelemahan
-Likuiditas lebih rendah ketimbang tabungan
-Jika diambil sebelum jatuh tempo penyimpanan, pemilik deposito bisa terkena denda yang dikenal dengan istilah "penalti"

3.Saham
a.Kelebihan
-Saham bisa memberikan keuntungan yang tinggi,diatas produk tabungan dan deposito
-Pemilik saham bisa mendapatkan laba dari kegiatan perusahaan yang disebut dengan "Dividen" berdasarkan jumlah kepemilikan saham
-Selain itu pemilik saham bisa mendapatkan "Capital Gain",yakni keuntungan dari selisih harga beli saham dan harga jualnya
b.Kelemahan
-Resiko besar karena harga saham sangat rentan terhadap perubahan ekonomi
-Tidak mendapatkan dividen karena perusahaan mengalami defisit anggaran ataupun karena perusahaan bangkrut
-Adanya penghentian transaksi untuk perusahaan tertentu membuat pemegang saham tersebut tidak bisa melakukan jual beli saham
4. Reksadana
a.Kelebihan
-Pemodal kecil bisa melakukan diversifikasi modal sehingga bisa memperkecil resiko kerugian
-Memudahkan pemodal yang tidak memiliki keahlian atau keuntungan untuk berinvestasi dipasar modal
-Pemodal dibantu Manajer Investasi sehingga pemodal bisa menghemat waktu
b.Kelemahan
-Resiko berkurangnya unit penyertaan (bukti kepesertaan dalam reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif) jika harga efek (saham,obligasi,dan surat berharga lain) turun
-Manajer investasi bisa saja mengalami kesulitan menyediakan uang jika banyak pemodal serentak melakukan penjualan kembali
-Resiko wanprestasi jika perusahaan asuransi reksadana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan reksadana

5.Obligasi
a.Kelebihan
-Tingkat bunga obligasi bersifat konsisten, dalam arti tidak dipengaruhi harga pasar obligasi
-Pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima, sebab dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima pemegang obligasi
-Investasi obligasi dapat pula melindungi resiko pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi
-Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank dan untuk membeli instrumen aktiva lain
b.Kelemahan
-Tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi mempunyai hubungan negatif,apabila harga obligasi naik maka tingakat bunga akan turun dan sebaliknya
-Tingkat likuiditas obligasi rendah,hal ini dikarenakan pergerakan harga obligasi,khususnya apabila harga obligasi menurun
-Resiko penarikan,apabila dalam kontrak perjanjian obligasi ada persyaratan penarikan obligasi,perusahaan dapat menarik obligasi sebelum jatuh tempo dengan membayar sejumlah premi 
-Resiko kecurangan apabila perusahaan penerbit mempunyai masalah likuiditas dan tidak mampu melunasi kewajibannya ataupun mengalami kebangkrutan,maka pemegang obligasi akan menderita kerugian
6. Emas Batangan
a.Kelebihan
-Harga emas cenderung stabil dan naik
-Dimanapun akan dijual,nilai emas akan sama
-Emas tersedia dari berat satu gram hingga satu kilogram, sehingga pemodal kecil juga bisa berinvestasi dalam bentuk emas
b.Kelemahan
-Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati akan mudah untuk dicuri
7. Properti
a.Kelebihan
-Harga properti biasanya akan naik seiring inflasi
b.Kelamahan
-Properti sangat bergantung pada daya beli masyarakat
-Pemodal membutuhkan dana besar untuk berinvestasi di properti

8.Barang Koleksi
a.Kelebihan
-Barang koleksi tak akan turun saat terjadi krisis ekonomi
-Nilainya bergantung pada usia,semakin lama semakin mahal
b.Kelemahan
-Tidak akan mudah mendapatkan pembeli karena sifatnya sebagai barang khusus
-Orang membeli barang koleksi karena menggemari barang tersebut,bukan karena manfaatnya

9.Valuta Asing
a.Kelebihan
-Modal yang dibutuhkan fleksibel,tergantung kekuatan finansial pemodal
-Pemodal bisa melakukan investasi ini secara individu tanpa harus masuk kesalah satu perusahaan pialang seperti pada investasi saham
-Jika dibutuhkan mendesak,valuta asing bisa dicairkan sewaktu-waktu,antara lain melalui "Money Changer"
b.Kelemahan
-Resiko membeli mata uang asing sangat besar,ini karena diindonesia mata uang asing sangat fluktuatif nilai tukarnya dan sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah

10.Asuransi Unit Link
a.Kelebihan
-Pemodal bisa menikmati produk asuransi sekaligus berinvestasi pada reksadana
-unit link akan membantu awam yang umumnya khawatir dengan investasi di reksadana tetapi ingin mengembangkan modal
-Aplikasi relatif mudah karena umumnya agen asuransi bisa mendatangi langsung calon pengguna asuransi unit link
-Memudahkan pemodal kecil karena proses investasi asuransi unit link dilakukan bertahap
b.Kelemahan
-Hasil pengembangan investasi bisa terbatas,pemodal tidak bisa memantau kinerja manajer investasi karena hubungan pemodal dengan manajer investasi dilakukan lewat perantaraan perusahaan asuransi
-Pada asuransi unit link,investasi didesain untuk jangka panjang sehingga bila diambil sebelum waktu yang ditentukan potensial merugi,pihak asuransi juga perlu membayar biaya-biaya tertentu berhubungan dengan pengelolaan uang dana oleh manajer investasi,sehingga mengurangi keuntungan pemodal

11.Dana Pensiun Lembaga Keuangan
a,Kelebihan
-Tabungan untuk hari tua,pemodal bisa menikmati manfaat saat hari tua
-Besarnya iuran bisa ditentukan (pada program dana pensiun iuran pasti)
b.Kelemahan
-Pemodal bisa saja menanggung kerugian investasi jika mengambil program iuran pasti
-Dana yang diterima saat jatuh tempo bisa saja tergerus inflasi
12. Jati/Tanaman keras lain
a.Kelebihan
-Dana investasi terlindung dari inflasi dan gejolak nilai tukar rupiah dan mata uang asing karena kayu jati dan produk olahannya merupakan komoditas internasional yang tidak bisa dilepaskan dari harga yang berlaku di pasaran internasional
-Kebutuhan akan kayu jati meningkat,sehingga harga jual kayu jati tetap menjanjikan keuntungan
-Tanaman jati juga bisa diwariskan
b.Kelemahan
-Tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu
-Pemodal perlu memantau pemeliharaan

Investasi Langsung Indonesia Tahun 1998-2012
Tahun
Investasi Langsung
(USD Miliar)
1998
-0,2
1999
-1,9
2000
-4,6
2001
-3,0
2002
0,1
2003
-0,6
2004
1,9
2005
8,3
2006
4,9
2007
6,9
2008
9,3
2009
4,9
2010
13,8
2011
19,2
2012
19,9
Sumber: World Bank, World Investment Report
INVESTASI ASING
Menurut M. L. Jhingan (1996), jenis investasi asing dibagi menjadi dua, yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung.
1. Investasi langsung (direct investment), berarti bahwa perusahaan dari negara penanam modal secara de facto maupun de jure melakukan pengawasan atas asset (aktiva) yang ditanam di negara pengimpor modal dengan cara investasi itu. Investasi langsung dapat mengambil beberapa bentuk, yaitu: pembentukan suatu cabang perusahaan di negara pengimpor modal; pembentukan suatu perusahaan dalam mana perusahaan dari negara penanam modal memiliki mayoritas saham; pembentukan suatu perusahaan di negara pengimpor yang semata-mata dibiayai oleh perusahaan yang terletak di negara penanam modal; mendirikan suatu coorporasi di negara penanam modal untuk secara khusus beroperasi di negara lain; atau menaruh asset atau aktiva tetap di negara lain oleh perusahaan nasional dari negara penanam modal.
2. Investasi tidak langsung (indirect investment), lebih dikenal sebagai investasi portofolio atau rentier yang sebagian besar terdiri dari pengusaan atas saham yang dapat dipindahkan (yang dikeluarkan atau dijamin oleh pemerintah pengimpor modal), atas saham atau surat utang oleh warga negara dari beberapa negara lain. Penguasaan saham tersebut tidaklah sama dengan hak untuk mengendalikan perusahaan. Para pemegang saham hanya mempunyai hak atas deviden

 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi
Menurut Sadono Sukirno (2004) menyatakan bahwa tingkat investasi dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1. Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh,
2. Suku bunga,
3. Kemajuan teknologi,
4. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya,
5. Keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan.

Permasalahan Investasi di Indonesia
 Iklim Investasi Di Indonesia
• Perizinan di Indonesia, pemodal harus menghabiskan waktu 224 hari. Biaya minimal yang dikeluarkan 364,9% dari PDB per kapita dan modal minimum yang dihabiskan 97,8% dari PDB per kapita.
• Korupsi yang merebak di mana-mana, di berbagai level. Untuk memperlancarkan proses perizinan, pemodal terpaksa menyerahkan sejumlah uang. Tidak jarang, setelah menerima uang, permintaan pemodal tidak segera diselesaikan.
• Regulasi di Indonesia dinilai sangat lemah dan ini nyaris mencakup semua aspek. Sebutlah regulasi di bidang perpajakan, ketenagakerjaan, perizinan, kepemilikan properti, investasi, dsb. Regulasi yang lemah menyebabkan ketakpastian hukum dan dalam ketakpastian hukum pungutan liar dan berbagai tindak korupsi merajalela.
• Tarif pajak yang terlalu tinggi, jenis pajak yang terlampau banyak, pajak berganda (double taxation), dan posisi petugas pajak yang terlampau tinggi. Sistem perpajakan di Indonesia sama sekali tidak mencerminkan kesetaraan antara wajib pajak dengan petugas pajak.
• Peraturan ketenagakerjaan juga terlampau memberatkan pemodal. Pekerja yang terkena PHK tetap mendapatkan uang pesangon meski si pekerja dipecat lantaran tindak kriminal atau pelanggaran berat. Tidak heran bila Indonesia tertinggi dalam soal biaya untuk mem-PHK karyawan, yaitu mencapai 145 gaji mingguan.

BUNGA
Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersbut disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut "suku bunga"

 

Jenis bunga

1.      Bunga sederhana

merupakan hasil dari pokok utang, suku bunga per periode, dan lamanya waktu peminjaman.

Rumusan bunga sederhana yaitu: c=pbw, dimana c (bunga sederhana) merupakan hasil dari p (pokok utang), b (bunga), dan w (waktu). Contohnya: Wiki meminjam Rp 230.000.000 untuk membeli sebuah mobil baru, dengan suku bunga sebesar 9.5% per tahun dan masa pinjaman adalah 5 tahun maka bunganya adalah
Rp. 230.000.000 * 0.095 * 5 = Rp. 109.250.000
Bunga sederhana untuk pinjaman Wiki adalah Rp. 109.250.000, maka total pembayaran pokok utang ditambah bunganya adalah Rp. 339.250.000.
1.      Bunga berbunga atau disebut juga bunga majemuk: nilai pokok utang ini akan berubah terus setiap akhir suatu periode dengan penambahan perhitungan bunga . misalnya pokok hutang adalah 1.000 dengan bunga 5%/tahun maka periode tahun pertama pokok hutangnya menjadi 1000+(1.000*5%) = 1.050. Pada periode tahun berikutnya maka perhitungannya menjadi 1050+(1050*5%)= 1.102,50.

2.      Suku bunga tetap dan mengambang

  • "Suku bunga tetap" adalah suku bunga pinjaman tersebut tidak berubah sepanjang masa kredit.
  • "Suku bunga mengambang" adalah suku bunga yang berubah-ubah selama masa kredit berlangsung dengan mengikuti suatu kurs referensi tertentu seperti misalnya LIBOR dimana cara perhitungannya dengan menggunakan sistem penambahan marjin terhadap

Perkembangan Suku Bunga di Indonesia,
Tahun 1997-2013 TWI

Tahun
Suku Bunga
(%)
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013TWI
              19.74
41.24
12.52
12.05
16.59
12.84
6.61
6.17
11.84
8.71
8
9.25
6.50
6.50
6.00
5.75
5.75


Tidak ada komentar:

Posting Komentar