ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI
ERA MODERNISASI (PERAN TUHAN,MORALITAS DAN KONSUMERISME DI ERA MODERN)
Modernisasi
tidak terlepas dari adanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia modernitas dengan segala konsekwensi
perubahan di dalamnya menjadi realitas yang harus disikapi dengan arif. Adanya
perubahan budaya dan tingkah laku yang terjadi dalam dinamika sosial dan
masyarakat yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
informasi dan komunikasi menjadi sangat rasional, untuk itu dibutuhkan cara
pandang yang benar, bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dalam informasi
dan komunikasi ini dapat menjadi wahana atau alat bantu yang sangat bermanfaat
bagi komunitas masyarakat banyak. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki
banyak dampak positif bagi dunia modernisasi namun tidak sedikit juga dampak
negatifnya diantaranya:
a)
Dampak
Positif
1. Perubahan
Tata Nilai dan Sikap.
2. Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Tingkat
Kehidupan yang lebih Baik
B) Dampak Negatif
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
1. Pola
Hidup Konsumtif
2. Sikap
Individualistik
3. Gaya
Hidup Kebarat-baratan
4. Kesenjangan Sosial
Berkaitan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi di era modernisasi penulis ingin membahas
tentang 3 hal yaitu:
1. Tuhan
bagi manusia di era modern
2. Nilai
moralitas ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern
3. Budaya
konsumerisme di era modern akibat ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.
Tuhan
Bagi Manusia di Era Modern
Pada hakikatnya tuhan adalah zat
maha kuasa dan asas dari suatu kepercayaan, orang islam meyakini tuhan sebagai
dzat pencipta, pelindung yang menguasai
dan memelihara dan dzat tempat kita mengabdi dengan beribadah kepada-Nya.
Berkembangnya ilmu pengetahuan seperti yang telah kita rasakan saat ini seakan
menegaskan bahwasannya di Era yang sudah semakin modern ini, manusia sudah
tidak membutuhkan Tuhan. Tuhan yang selama ini kita yakini sebagai Dzat yang
dapat memberikan kehidupan bagi para umat-Nya sudah semakin hilang dari ingatan
mahluknya. Manusia modern seakan tidak lagi memerlukan Tuhan, seperti yang
telah dijelaskan oleh agama-agama seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan
Budha dan agama-agama samawi sejenisnya. Dengan ilmu dan teknologi yang telah
mereka capai, mereka mampu mengatasi berbagai macam persoalan yang mereka
hadapi.
Mereka yang hidup di era modern ini
seakan berkeyakinan bahwa mereka bisa melakukan apapun tanpa keberadaan tuhan,
asalkan mereka mau kerja keras. Mereka menganggap bahwa kerja keras itulah yang
akan memberikan hasil terbaik untuk mereka. Akibatnya tidak sedikit dari
orang-orang yang mencapai kesuksesan besar menjadi orang yang atheis atau tidak
beragama. Tuhan telah digantikan oleh kecanggihan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan mereka., tuhan
mereka adalah kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Padahal seharusnya berkembangnya
ilmu pengetahuan dan majunya teknologi tidak menjadikan mereka menghapus dan
mengingkari tentang keberadaan Tuhan
dengan begitu saja. Berbagai temuan ilmiah telah banyak ditemukan oleh para
ilmuan dari berbagai cabang ilmu, dan kebanyakan dari mereka tetap meyakini
akan keberadaan Tuhan dan peran-Nya kepada semua umat manusia didunia ini, dan
hal itu bisa kita rasakan di setiap hembusan nafas kita sehari-hari.
Sebagai contoh, Dua ilmuwan Jerman mengaku
berhasil membuktikan secara ilmiah bahwa Tuhan itu ada.Kedua ilmuwan, Christoph
Benzmüller dari Berlin Free University dan rekannya Bruno Woltzenlogel Paleo
dari Technical University, Wina, telah berhasil membuktikan dalil keberadaan
Tuhan yang sebelumnya telah dipopulerkan matematikawan Austria, Kurt Godel,
dengan menggunakan komputer Macbook.
Keberadaan
teknologi dan majunya ilmu pengetahuan bukan berarti meniadakan keberadaan
Tuhan dalam intervensinya dalam memunculkan ilmu pengetahuan dan majunya
teknologi masa kini. Hal yang harus diyakini adalah bahwa tuhan itu ada
bersama makhluknya dan manusia sudah pasti memerlukanya bukan meniadakan atau
mengingkarinya.
2.
Nilai Moralitas Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi di Era Modern.
Era modern acapkali merujuk kepada
kemajuan sangat pesat ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek) manusia itu sendiri. Untuk itulah, proses kreatif manusia
melalui serangkaian observasi, eksperimentasi dan evaluasi, pada akhirnya
menemukan sejumlah instrumentasi kehidupannya dari berbagai teknologi modern
yang ia buat seperti saat sekarang. Sayangnya, kemajuan tersebut menjadi
dilematis. Di satu sisi membawa kemudahan-kemudahan bagi keperluan umat
manusia. Tapi di sisi lain, ada dampak buruk yang diakibatkan oleh penerapan
ilmu pengetahuan dalam bentuk teknologi modern, seperti: maraknya krisis
lingkungan; krisis nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk pelanggaran hak asasi
manusia dengan makin meningkat jumlah penggunaan senjata pembunuh massal; dan
krisis moral.Krisis lingkungan pada skala global seperti dampak penipisan
lapisan ozon (ozon depletion), perubahan iklim (climate change), di skala
regional seperti dampak hujan asam (acid rain), serta di tingkat lokal seperti
polusi oleh limbah domestik, limbah bahan berbahaya beracun (B3), kerusakan
hutan, dan berkurangnya ketersediaan air bersih, serta kerusakan terumbu
karang, telah menimbulkan keprihatinan masyarakat global. Kita ambil salah satu
contohya krisis moral, sedikitnya pengajaran tentang moral yang ada di
sekolah-sekolah atau akibat lingkungan yang tidak mendukung atau bahkan didikan orang tua yang kurang
karna sibuknya para orang tua akibat pekerjaanya menjadikan mereka tidak ada waktu untuk melakukan control kepada
anak-anaknya dan menjadikan krisis atau kemerosotan moral akhir-akhir ini
semakin tinggi, contohnya para anak-anak yang dewasa sebelum waktunya, mereka
banyak melakukan hal-hal negative yang diluar kapasitas mereka sebagai
anak-anak, melanggar norma-norma ketimuran yang kita punya dengan melakukan
hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang dewasa. Tidak sedikit dari
anak-anak itu melakukan pembunuhan,memperkosa atau berbuat zina, menonton
video-video porno, bersikap kebarat-baratan
dan hal-hal lainya yang sebenarnya itu diluar kapasitas mereka sebagai
anak-anak, yang seharusnya masih polos. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi di era modern ini dengan kemudahahan-kemudahan yang diberikan
seharusnya tidak menjadikan krisis moral, krisis lingkungan dan krisis
kemanusiaan semakin tinggi dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang
dimiliki manusia itu sendiri.
3.
Budaya
Konsumerisme di Era Modern Akibat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Konsumerisme
adalah suatu pola pikir serta tindakan dimana orang melakukan
tindakan membeli barang bukan dikarenakan ia membutuhkan barang itu tetapi
dikarenakan tindakan membeli itu sendiri memberikan kepuasan bagi dirinya. Inilah
yang terjadi diera modern ini sebagai akibat dari ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin maju. Fenomena ini berkaitan dengan aspek psikografis
yaitu gaya hidup. Berbagai gaya hidup yang terlahir dari kegiatan konsumsi
semakin beragam pada masyarakat perkotaan. Konsumerisme di Indonesia ini telah
merambah semua level masyarakat.. adanya
teori engle law yang mengatakan bahwa semakin besar pendapatan seseorang maka
semakin besar pula kebutuhan untuk konsumsi dan kebutuhan lainya semakin lebih
meningkat dan lebih besar seperti untuk
pemenuhan kebutuhan barang-barang sekunder. kesemuanya itu adalah perwujudan
dari budaya konsumerisme, mereka tidak hanya memikirkan tentang kebutuhan
sehari-hari saja seperti makanan, pakaian dan perumahan saja namun sudah
mengarah pada gaya hidup sehingga menjadikan mereka pribadi yang konsumtif.
Contohnya adalah kegiatan jalan-jalan di
mall, clubbing, fitness, hangout dicafé,liburan danlain-lain
Konsumerisme, pada era modern ini telah menjadi ideologi baru, hal ini tidak terlepas dari majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ideologi tersebut secara aktif memberi makna tentang hidup melalui mengkonsumsi material. Bahkan ideologi tersebut mendasari rasionalitas masyarakat kita sekarang, sehingga segala sesuatu yang dipikirkan atau dilakukan diukur dengan perhitungan material
Ideologi konsumerisme, pada realitasnya sekarang telah menyusupi hampir pada segala aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aspek politik sampai ke sosial budaya. Konsumerisme dalam hal ini dipandang sebagai suatu proses dehumanisasi dan depolitisasi manusia karena para warga negara yang aktif dan kritis telah banyak yang berubah menjadi konsumen yang sangat sibuk dan kritikus atau peneliti pasif.
Konsumerisme, pada era modern ini telah menjadi ideologi baru, hal ini tidak terlepas dari majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ideologi tersebut secara aktif memberi makna tentang hidup melalui mengkonsumsi material. Bahkan ideologi tersebut mendasari rasionalitas masyarakat kita sekarang, sehingga segala sesuatu yang dipikirkan atau dilakukan diukur dengan perhitungan material
Ideologi konsumerisme, pada realitasnya sekarang telah menyusupi hampir pada segala aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aspek politik sampai ke sosial budaya. Konsumerisme dalam hal ini dipandang sebagai suatu proses dehumanisasi dan depolitisasi manusia karena para warga negara yang aktif dan kritis telah banyak yang berubah menjadi konsumen yang sangat sibuk dan kritikus atau peneliti pasif.
ga ada referensinya yah?
BalasHapus