Kamis, 17 April 2014

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI ERA MODERNISASI (PERAN TUHAN,MORALITAS DAN KONSUMERISME DI ERA MODERN)



ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DI ERA MODERNISASI (PERAN TUHAN,MORALITAS DAN KONSUMERISME DI ERA MODERN)
Modernisasi tidak terlepas dari adanya ilmu pengetahuan dan teknologi.  Dunia modernitas dengan segala konsekwensi perubahan di dalamnya menjadi realitas yang harus disikapi dengan arif. Adanya perubahan budaya dan tingkah laku yang terjadi dalam dinamika sosial dan masyarakat yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat rasional, untuk itu dibutuhkan cara pandang yang benar, bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dalam informasi dan komunikasi ini dapat menjadi wahana atau alat bantu yang sangat bermanfaat bagi komunitas masyarakat banyak. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki banyak dampak positif bagi dunia modernisasi namun tidak sedikit juga dampak negatifnya diantaranya:
a)      Dampak Positif
1.      Perubahan Tata Nilai dan Sikap.
2.      Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
3.      Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
B)    Dampak         Negatif
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
1.      Pola Hidup Konsumtif
2.      Sikap Individualistik
3.      Gaya Hidup Kebarat-baratan
4.      Kesenjangan          Sosial

Berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi di era modernisasi penulis ingin membahas tentang 3 hal yaitu:
1.      Tuhan bagi manusia di era modern
2.      Nilai moralitas ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern
3.      Budaya konsumerisme di era modern akibat ilmu pengetahuan dan teknologi.

1.      Tuhan Bagi Manusia di Era Modern
            Pada hakikatnya tuhan adalah zat maha kuasa dan asas dari suatu kepercayaan, orang islam meyakini tuhan sebagai dzat pencipta, pelindung  yang menguasai dan memelihara dan dzat tempat kita mengabdi dengan beribadah kepada-Nya. Berkembangnya ilmu pengetahuan seperti yang telah kita rasakan saat ini seakan menegaskan bahwasannya di Era yang sudah semakin modern ini, manusia sudah tidak membutuhkan Tuhan. Tuhan yang selama ini kita yakini sebagai Dzat yang dapat memberikan kehidupan bagi para umat-Nya sudah semakin hilang dari ingatan mahluknya. Manusia modern seakan tidak lagi memerlukan Tuhan, seperti yang telah dijelaskan oleh agama-agama seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha dan agama-agama samawi sejenisnya. Dengan ilmu dan teknologi yang telah mereka capai, mereka mampu mengatasi berbagai macam persoalan yang mereka hadapi.
            Mereka yang hidup di era modern ini seakan berkeyakinan bahwa mereka bisa melakukan apapun tanpa keberadaan tuhan, asalkan mereka mau kerja keras. Mereka menganggap bahwa kerja keras itulah yang akan memberikan hasil terbaik untuk mereka. Akibatnya tidak sedikit dari orang-orang yang mencapai kesuksesan besar menjadi orang yang atheis atau tidak beragama. Tuhan telah digantikan oleh kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan mereka., tuhan mereka adalah kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Padahal seharusnya berkembangnya ilmu pengetahuan dan majunya teknologi tidak menjadikan mereka menghapus dan mengingkari tentang keberadaan  Tuhan dengan begitu saja. Berbagai temuan ilmiah telah banyak ditemukan oleh para ilmuan dari berbagai cabang ilmu, dan kebanyakan dari mereka tetap meyakini akan keberadaan Tuhan dan peran-Nya kepada semua umat manusia didunia ini, dan hal itu bisa kita rasakan di setiap hembusan nafas kita sehari-hari.
             Sebagai contoh, Dua ilmuwan Jerman mengaku berhasil membuktikan secara ilmiah bahwa Tuhan itu ada.Kedua ilmuwan, Christoph Benzmüller dari Berlin Free University dan rekannya Bruno Woltzenlogel Paleo dari Technical University, Wina, telah berhasil membuktikan dalil keberadaan Tuhan yang sebelumnya telah dipopulerkan matematikawan Austria, Kurt Godel, dengan menggunakan komputer Macbook.
            Keberadaan teknologi dan majunya ilmu pengetahuan bukan berarti meniadakan keberadaan Tuhan dalam intervensinya dalam memunculkan ilmu pengetahuan dan majunya teknologi masa kini. Hal yang harus diyakini adalah bahwa tuhan itu ada bersama makhluknya dan manusia sudah pasti memerlukanya bukan meniadakan atau mengingkarinya.

2.      Nilai Moralitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Era Modern.
Era modern acapkali merujuk kepada kemajuan sangat pesat ilmu  pengetahuan dan teknologi (iptek) manusia itu sendiri. Untuk itulah, proses kreatif manusia melalui serangkaian observasi, eksperimentasi dan evaluasi, pada akhirnya menemukan sejumlah instrumentasi kehidupannya dari berbagai teknologi modern yang ia buat seperti saat sekarang. Sayangnya, kemajuan tersebut menjadi dilematis. Di satu sisi membawa kemudahan-kemudahan bagi keperluan umat manusia. Tapi di sisi lain, ada dampak buruk yang diakibatkan oleh penerapan ilmu pengetahuan dalam bentuk teknologi modern, seperti: maraknya krisis lingkungan; krisis nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia dengan makin meningkat jumlah penggunaan senjata pembunuh massal; dan krisis moral.Krisis lingkungan pada skala global seperti dampak penipisan lapisan ozon (ozon depletion), perubahan iklim (climate change), di skala regional seperti dampak hujan asam (acid rain), serta di tingkat lokal seperti polusi oleh limbah domestik, limbah bahan berbahaya beracun (B3), kerusakan hutan, dan berkurangnya ketersediaan air bersih, serta kerusakan terumbu karang, telah menimbulkan keprihatinan masyarakat global. Kita ambil salah satu contohya krisis moral, sedikitnya pengajaran tentang moral yang ada di sekolah-sekolah atau akibat lingkungan yang tidak mendukung  atau bahkan didikan orang tua yang kurang karna sibuknya para orang tua akibat  pekerjaanya menjadikan  mereka  tidak ada waktu untuk melakukan control kepada anak-anaknya dan menjadikan krisis atau kemerosotan moral akhir-akhir ini semakin tinggi, contohnya para anak-anak yang dewasa sebelum waktunya, mereka banyak melakukan hal-hal negative yang diluar kapasitas mereka sebagai anak-anak, melanggar norma-norma ketimuran yang kita punya dengan melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang dewasa. Tidak sedikit dari anak-anak itu melakukan pembunuhan,memperkosa atau berbuat zina, menonton video-video porno, bersikap kebarat-baratan  dan hal-hal lainya yang sebenarnya itu diluar kapasitas mereka sebagai anak-anak, yang seharusnya masih polos. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini dengan kemudahahan-kemudahan yang diberikan seharusnya tidak menjadikan krisis moral, krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan semakin tinggi dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia itu sendiri.

3.      Budaya Konsumerisme di Era Modern Akibat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Konsumerisme adalah suatu pola pikir  serta tindakan dimana orang melakukan  tindakan membeli barang bukan dikarenakan ia membutuhkan barang itu tetapi dikarenakan tindakan membeli itu sendiri memberikan kepuasan bagi dirinya. Inilah yang terjadi diera modern ini sebagai akibat dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Fenomena ini berkaitan dengan aspek psikografis yaitu gaya hidup. Berbagai gaya hidup yang terlahir dari kegiatan konsumsi semakin beragam pada masyarakat perkotaan. Konsumerisme di Indonesia ini telah merambah semua level masyarakat..  adanya teori engle law yang mengatakan bahwa semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kebutuhan untuk konsumsi dan kebutuhan lainya semakin lebih meningkat dan lebih besar  seperti untuk pemenuhan kebutuhan barang-barang sekunder. kesemuanya itu adalah perwujudan dari budaya konsumerisme, mereka tidak hanya memikirkan tentang kebutuhan sehari-hari saja seperti makanan, pakaian dan perumahan saja namun sudah mengarah pada gaya hidup sehingga menjadikan mereka pribadi yang konsumtif. Contohnya  adalah kegiatan jalan-jalan di mall, clubbing, fitness, hangout dicafé,liburan           danlain-lain
              Konsumerisme, pada era modern ini  telah menjadi ideologi baru, hal ini tidak terlepas dari majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ideologi tersebut secara aktif memberi makna tentang hidup melalui mengkonsumsi material. Bahkan ideologi tersebut mendasari rasionalitas masyarakat kita sekarang, sehingga segala sesuatu yang dipikirkan atau dilakukan diukur dengan perhitungan           material
Ideologi konsumerisme, pada realitasnya sekarang telah menyusupi hampir pada segala aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aspek politik sampai ke sosial budaya. Konsumerisme dalam hal ini dipandang sebagai suatu proses dehumanisasi dan depolitisasi manusia karena para warga negara yang aktif dan kritis telah banyak yang berubah menjadi konsumen yang sangat sibuk dan kritikus atau peneliti pasif.




1 komentar: